Home > EDITOR'S CHOICE > Jogo Kantor Dengan Kepemimpinan

Jogo Kantor Dengan Kepemimpinan

                                                                 Oleh: Rahajeng Kinasih

Suasana dan lingkungan yang sehat dikantor selain sangat ideal bagi penghuninya, baik pimpinan, karyawan bahkan sampai perangkat seperti cleaning service atau office boy, juga menandai pertumbuhan yang baik pada organisasi baik itu kantor instansi maupun perusahaan bisnis. Disamping menandai pertumbuhan yang baik pada perusahaan atau suasana kantor yang bukan bisnis atmosfirnya menjadi kondusif, adem ayem dan tentram namun tetap dinamis.

Tempat kerja dengan fasilitas yang tepat, dapat mendorong karyawannya untuk bekerja dengan nyaman dan penuh semangat. Namun sebaliknya, tidak jarang konflik tetap muncul walau suasana dan fasilitas terpenuhi. Disinilah konflik memang suka atau tidak suka harus dikelola dengan baik. Konflik yang dikelola dengan baik, akan menjadi berkah. Sebaliknya konflik yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi musibah.

Pertanyaannya, bagaimana caranya, strateginya, mengelola konflik dengan harapan menjadi berkah. Suasana dan lingkungan kantor menjadi sehat pertumbuhan yang baik pada organisasi baik itu kantor instansi maupun perusahaan bisnis.

Timbulnya Konflik

Kita sepakat dulu bahwa konflik selalu ada. Jangankan dengan beberapa orang atau di suatu komunitas yang berhubungan dengan banyak orang dengan satu orang dirinya sendiri konflik saja sering muncul. Bisa kita bayangkan bahwa konflik individu dengan dirinya sendiri seing terjadi. Sebelum mengambil sebuah keputusan kita mesti mengelola konflik terlebih dahulu. Misal ada dua pilihan belok kanan atau belok kiri. Ikut atau tidak ikut. Secara tidak sadar sebenarnya muncul juga konflik didalam diri sendiri.

Timbulnya konflik dapat terjadi karena masing-masing pihak atau salah satu pihak merasa dirugikan. Kerugian yang dimaksud bukan hanya bersifat material, tetapi bisa juga bersifat non material. Perbedaan pendapat pada konflik dapat terjadi karena perbedaan pendapat, dimana masing-masing pihak merasa dirinyalah yang paling benar.

Bila perbedaan pendapat ini cukup tajam, maka dapat menimbulkan rasa yang kurang enak, ketegangan dan sebagainya. Salah paham juga merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. Niatnya berbuat baik, bertujuan baik, tetapi oleh pihak lain tindakan tersebut dianggap merugikan.  Salah satu atau kedua belah pihak merasa dirugikan. Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain, atau masing-masing merasa dirugikan oleh pihak yang lain. Dengan demikian, seorang yang dirugikan merasa kurang enak kurang simpati atau bahkan benci. Perasaan-perasaan ini dapat menjurus ke arah konflik.

Perasaan yang terlalu sensitif mungkin adalah wajar tetapi oleh pihak lain hal ini dianggap merugikan. Jadi kalau dilihat dari sudut hukum atau etika yang berlaku, sebenarnya tindakan ini tidak termasuk perbuatan yang salah, meskipun demikian karena pihak lain terlalu sensitif perasaannya, hal ini tetap dianggap merugikan, sehingga dapat menimbulkan konflik.

Disamping konflik seperti diatas yang merupakan konflik internal didalam suatu komunitas atau sebuah kantor atau organisasi, ada konflik karena datang dari pihak eksternal. Tidak kalah berbahaya konflik yang datang dari eksternal, karena dipanasi oleh pihak lain secara sengaja maupun tidak. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan mengadu domba antara pihak-pihak yang konflik tersebut.

Konflik Vs Kepemimpinan

Bagaimana cara dan strategi untuk meredam konflik ?. Bagaimana cara mengelola konflik ?. Harapannya konflik bisa diredam, dikelola namun tidak mungkin  hilang sama sekali. Justru dengan adanya konflik akan muncul konsensus karena prespektif dan atmosfir demokrasi bisa mewarnai kehidupan dan dinamika organisasi. Konflik perlu dikelola bisa menghasilkan organisasi menjadi dinamis. Ada pendapat yang mengatakan, organisasi “mandeg” atau stagnan sama dengan “mati”.

Pada hakekatnya semua orang adalah pemimpin. Paling tidak memimpin dirinya sendiri. Konsep, definisi atau teori kepemimpinan banyak dijumpai. Dalam konteks tulisan ini, dibatasi bahwa pengertian kepemimpinan adalah menggerakkan, mengarahkan, memahami dan menyesuaikan. Inti dari itu semua, adalah komunikasi. Sebagai komunikator dilandasi dengan kepemimpinan suka atau tidak suka harus mau memahami dan menyesuaikan dilingkungan kantor atau organisasinya.

Konsep kepemimpinan disini, karena semua orang pada prinsipnya adalah pemimpin paling tidak memimpin dirinya sendiri, maka kepemimpinan adalah tindakan. Bukan jabatan. Kalau konsepnya kepemimpinan adalah jabatan maka seseorang walau memiliki jiwa atau naluri memimpin namun yang bersangkutan tidak akan mengambil tindakan karena tidak memilik jabatan. Atau akan berbuat atau mengambil tindakan nunggu mempunyai jabatan terlebih dulu.

“Saya kukan koordinator, Saya bukan manajer, saya bukan ketua RT, maka saya tidak perlu mengambil tindakan apapun”. Konsep ini memandang kepemimpinan adalah jabatan. Idealnya, walau tidak mempunyai jabatan apapun perlu adanya jiwa atau naluri kepemimpinan. Dengan demikian, walaupun anggota biasa, walaupun karyawan biasa akan melakukan apa-apa yang baik bagi organisasinya tanpa menunggu memiliki jabatan.

Mengapa konflik sebaiknya harus dikelola?. Konflik harus dikelola dengan baik apalagi bila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terhadap perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsensus sulit dicapai, maka konflik pun tak terelakkan. Lebih parah lagi ketika konflik menjadi permanen. Penyelesaian konflik dalam organisasi agar efektif, sifatnya cenderung  kreatif dan konstruktif. Disinilah yang kita inginkan semua, yaitu tercapainya kesesuaian, saling menyesuaikan dan saling memahami antar anggota dimana para anggota menunjukan sikap, perilaku dan tindakan yang harmonis.

Orang mentolelir atau memaklumi sifat menyimpang satu atau lebih anggota organisasi sepanjang sifat tersebut mengarah kepada perbaikan bagi organisasi. Perbedaan pendapat di kalangan para anggota organisasi sebagaimana demokratisasi adalah baik karena menghormati atau memberi keleluasaan sebagai hak individu.

Konflik yang muncul diharapkan dapat membuahkan pilihan-pilihan atau  alternatif-alternatif yang lebih baik bagi semua anggota, dan selanjutnya para anggota memilih dari berbagai pilihan atau alternatif tersebut. Ini justru akan merangsang memilih alternatif yang terbaik bagi mereka sesuai dengan hak dan kewajibannya.

Justru jangan sekali-kali memandang dan menganggap bahwa dengan adanya konflik organisasi telah gagal. Karena konflik akan mematik organisasi menjadi hidup dan dinamis. Peran kepemimpinan yang dijabarkan lewat komunikasi yang harmonis, yaitu saling menyesuaikan saling memahami ini kontribusi yang besar bagi suatui organisasi.

Tindakan ini bisa diambil oleh semua komponen sebagai anggota organisasi tanpa kecuali sesuai dengan porsi dan jenjangnya masing-masing. Dengan demikian semua merasa memiliki dan sudah barang tentu akan menjaga harmonisasi di kantor. Semua ikut menjaga termasuk apabila muncul konflik, karena konflik akan selalu muncul. Kemunculan konflik tidak menjadi kepanikan tetapi disikapi dengan elegan dan terarah, terstruktur, akan lebih mudah dikelola.

Sebab menghentikan atau menghilangkan konflik sulit dan selalu akan muncul konflik dimana merupakan kodrat bagi manusia yang selalu memiliki keinginan, harapan, kepentingan, kelebihan, kekurangan yang satu sama lain bisa berbeda sewaktu-waktu dengan orang lain.

Disinilah perlunya semua anggota organisasi, semua karyawan termasuk jajaran pimpinan mempunyai visi dan tujuan yang sama tidak menjadi kontraproduktif karena konflik yang sangat mungkin setiap saat muncul tetapi tidak bisa dikelola dengan baik. Walau betapa sulitnya, konflik dapat diselesaikan oleh para anggota sendiri dengan melihat persoalan serta mendudukkannya pada proporsi yang wajar.

Ini yang dinamakan “Jogo Kantor dengan kepemimpinan”

* Artikel ini telah dibaca 32 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *