Home > HEADLINE > Literasi Digital Sangat Dibutuhkan Untuk Hindari Jeratan Hukum

Literasi Digital Sangat Dibutuhkan Untuk Hindari Jeratan Hukum

 

    Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Drs Gunawan Witjaksana MSi

SEMARANG[Kampusnesia] – Saat ini kemampuan literasi komunikasi dan digital menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat, agar tidak mudah terjerat masalah hukum.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi ( STIKOM) Semarang Drs Gunawan Witjaksana MSi mengatakan di era reformasi ini akses untuk menonton berbagai konten melalui fasilitas internet sangat mudah dan terbuka, termasuk mengakses tontonan video porno, tidak ada  regulasi atau lembaga yang berhak melarangnya.

“Intinya, menonton video porno itu boleh, tetapi setelah itu sebaiknya jangan dishare ke pihak lain,” ujar Gunawan dalam talk show yang disiarkan langsung oleh stasiun Radio Republik Indonesi (RRI) Semarang, Senin ( 9/11).

Menurutnya, menyebar luaskan video porno melalui medsos yang merupakan bagian dari internet dan dikategorikan sebagai media massa dampaknya sangat luas, karena media massa mampu melipatgandakan pengetahuan (multiplier of knowledge).

Menurutya, tidak bisa dibayangkan kalau yang disebar itu video porno yang diamanipulasi melalui proses edit terhadap seorang artis top, padahal dia tidak merasa melakukannya. Bagi yang  membuat dan sengaja menyebar, mereka  tentu sangat faham kekuatan media yang digunakan.

Dia menambahkan yang kasihan adalah mereka yang tidak melek komunikasi dan  teknologinya, sehingga asal nyebar saja dan tidak  faham dampaknya.

Bagi masyarakat, tyutur Gunawan, yang sudah terlanjur menonton tentu tidak bisa disalahkan, karena  memang sex and crime menduduki peringkat ke tiga setelah politik dan olahraga, terkait tingginya minat menonton.

Dia menuturkan mereka yang membuat dan sengaja menyebarluaskan tentu punya tujuan tertentu, bisa ekonomi atau yang lainnya. Namun bagi korban dan penonton yang tidak  faham tentu sangatlah dirugikan.

“Intinya literasi komunikasi dan  literasi digital merupakan kebutuhan yang mendesak, termasuk menyempurnakan UU Pornografi, ITE, atau mungkin juga UU Keterbukaan Informasi. Melalui cara itu diharapkan orang atau pun kelompok akan faham dalam  memanfaatkan teknologi informasi secara berhati- hati, agar tidak mudah  terjerat masalah yang merugikan,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 43 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *