Home > EKONOMI & BISNIS > Program Pembangunan Yang Tertunda Akan Direalisasikan 2021

Program Pembangunan Yang Tertunda Akan Direalisasikan 2021

SEMARANG[Kampusnesia]  – Berbagai program pembangunan 2020 yang tertunda realisasinya akibat pandemi Covid 19 akan dijadikan sebagai program prioritas pembangunan Pemkot Semarang pada tahun anggaran 2021.

Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) mengatakan berbagai program kerja pembangunan Kota Semarang yang tertunda akibat pandemi Covid-19 akan dikebut kembali setelah Covid reda di tahun anggaran 2021.

“Salah satu yang menjadi prioritas di wilayah Gayamsari adalah melanjutkan pelebaran Jalan Gajah Raya yang sempat tertunda. Ini sangat penting karena Jalan Gajah Raya merupakan akses utama menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT),” ujarnya.

Dia menyampaikan hal itu sekaligus  menjawab harapan tokoh relawan Jaringan Kiai Milenial (JKM) Kecamatan Gayamsari KH Darsono Rubai yang mengeluhkan Jalan Gajah Raya, terutama di ujung menuju Jalan Arteri Soekarno Hatta Lampu Bangjo, bila hujan sedikit berubah menjadi sungai dalam silaturahmi relawan Jaringan Kiai-Bu Nyai Milenial (JKM) se-Kecamatan Gayamsari di Hotel Faustine Gayamsari, Semarang, Senin (16/11).

Menurutnya, pelebaran Jalan Gajah Raya menjadi prioritas. Rencannya dari Lampu Bangjo Arteri Soekarno-Hatta hingga perempatan Jalan Majapahit diperlebar. Namun yang akan segera direalisasikan lebih dulu di titik  pertigaan Jalan Jolotundo hingga Lampu Bangjo Arteri Soekarno-Hatta.

Rencana, lanjutnya, di kanan-kiri akan ditambah masing-masing dua meter dari bahu jalan yang ada saat ini. Kalau hari-hari tertentu dan Sabtu-Minggu kawasan itu macet karena banyaknya pengguna jalan yang akan mengakses ke MAJT.

Dia menambahkan karena itu solusinya Jalan Gajah Raya harus dilebarkan.

Sebenarnya, program pembebasan akan dilakukan tahun ini, tetapi karena pandemi Covid-19 semua anggaran sampai 90% digunakan untuk menghadapi wabah ini meliputi jaring pengaman sosial dan kesehatan.

Untuk infrastruktur, tutur Ita, hanya disisakan 10% saja, karena itu diharapkan semuanya berupaya dan berdoa agar Covid-19 ini segera berakhir sehinggaa bisa menikmati kehidupan yang normal kembali.

Dia menuturkan pelaksanaan pembebasan tanah akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama dari pertigaan Jalan Jolotundo hingga Bangjo Arteri Soekarno-Hatta dan tahap kedua dari Jalan Jolotundo hingga perempatan Jalan Majapahit. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 331 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *