Home > HEADLINE > Dosen FTIK USM Beri Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM

Dosen FTIK USM Beri Pelatihan Digital Marketing Pada UMKM

SEMARANG[Kampusnesia] – Program Studi Sistem Informasi Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan UMKM dengan tema Optimalisasi Sosial Media Untuk Bisnis UMKM, Selasa (17/11).

Tim pelatihan, Agusta Pinem, B.Very Christioko dan Victor Gayuh mengaku membekali penggunaan sosial media yang sederhana yang bisa langsung di manfaatkan untuk promosi dan penjualan produk melalui Whatsapp Business dan Instagram For Business.

Dua aplikasi ini selain bersifat gratis, juga banyak digunakan oleh masyarakat umum.

Sedikitnya15 pelaku UMKM yang tergabung dalam Koperasi Usaha Mikro Kota Semarang mengikuti dalam pelatihah itu, mereka diajarkan bagaimana membuat strategi konten promosi yang menarik melalui aplikasi Instagram.

Disamping itu pelatihan yang dibimbing langsung oleh Praktisi Pemasaran, Edi Nurwahyu Julianto juga memberikan contoh real fitur katalog produk yang disediakan oleh WhatsApp untuk mempermudah pelaku UMKM menawarkan produk kepada konsumen.

“Minimal ada dua sosial media yang memang harus dimanfaatkan pelaku UMKM. Instagram itu lebih ke promosi konten, namun pemasaran hanya bisa dilakukan melalui komunikasi dengan WhatsApp,” ujar Edi Nurwahyu.

Bahkan, lanjutnya, Aplikasi WhatsApp Business menawarkan banyak kemudahan bagi pelaku usaha untuk berkomunikasi dengan pelanggan melalui fitur-fitur barunya.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat melalui implementasi keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi.

Tidak dipungkiri memang, Pendemi Covid 19 yang berlangsung 8 bulan terakhir ini membuat pelaku UMKM harus melakukan adaptasi dengan kebijakan social distancing untuk mempertahan usahanya.

Digital Marketing sebagai solusi tidak dapat dihindari sebagai bagian dari promosi dan penjualan produk mereka. Namun persoalan muncul, tidak sedikit UMKM justru belum melek teknologi.

Salah satu Anggota Koperasi Usaha Mikro Kota Semarang, Suwandiyo yang selama ini bergelut dalam usaha pembuatan lumpia mengaku kesulitan menjual produknya dengan membuka lapak offline.

“Mau ikut cara orang dengan penjualan online saya tidak paham caranya, makanya saya tertarik ikut pelatihan ini,” tutur Suwandiyo. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 15 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *