Home > EKONOMI & BISNIS > OJK Bersama TPAKD Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Kebangkitan UMKM

OJK Bersama TPAKD Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan Kebangkitan UMKM

SEMARANG[Kampusnesia] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah untuk menjadi katalis inklusi keuangan, pemulihan ekonomi, dan kebangkitan UMKM.

Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa mengatakan walaupun kondisi sosial masyarakat saat ini masih dibayang-bayangi Covid-19, upaya OJK bersama TPAKD untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pemulihan ekonomi tidak surut.

“Banyak sekali kegiatan TPAKD yang dilakukan baik secara online maupun tatap muka,” ujarnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pleno TPAKD se-Jawa Tengah yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/11).

Rapat koordinasi dengan tema “Akselerasi Inklusi Keuangan, Kebangkitan UMKM, dan Pemulihan Ekonomi” yang dihadiri Bupati/Walikota serta Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo.

Prasetyo menuturkan Jawa Tengah ke depan menjadi penyumbang pertumbuhan nasional, karena perbaikan infrastruktur, kawasan industri yang makin bertumbuh dan peran UMKM yang makin besar di dalam porsi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

“Hadirnya TPAKD merupakan upaya untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah,” tuturnya.

TPAKD, lanjutnya,  juga perlu mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah. TPAKD adalah forum multi stakeholders yang saling bisa memberikan saran, masukan dan kritik untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan.

Program unggulan TPAKD di antaranya Gerakan AYO JATENG MENABUNG bersama Baznas dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Program ini melanjutkan komitmen serta dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan kepada masyarakat khususnya di Jawa Tengah dengan memberikan bantuan pendidikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA dalam bentuk tabungan sebanyak 11.000 rekening.

Dengan demikian, tahun ini Provinsi Jawa Tengah memperoleh penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Program Simpanan Pelajar (Simpel) tingkat nasional.

Khusus untuk UMKM, telah direalisasikan program UMKM BANGKIT!, yang merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi atas berbagai sumber daya dalam ekosistem pengembangan UMKM.

Program ini bertujuan mengakselerasi pemulihan ekonomi serta mendukung kebangkitan UMKM di Jawa Tengah. Sasaran program ini yaitu dukungan kemudahan akses pembiayaan UMKM, peningkatan kapasitas pemasaran secara digital, peningkatan kualitas produksi dan manajemen UMKM, asistensi perizinan, dan pengembangan platform digital “UMKM Bangkit”.

Ludy Arlianto Kepala OJK Tegal yang hadir pada Rakor tersebut, mengatakan ke depan kegiatan business matching bisa dilakukan secara online melalui platform https://umkmbangkit.id. Business matching ini tidak terbatas pada Business to Business, namun juga Business to Government”.

Program unggulan berikutnya, Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi atau dikenal dengan SRIKANDI. Merupakan sistem yang bertujuan memberikan informasi secara menyeluruh mengenai perkembangan lembaga jasa keuangan, jaringan layanan lembaga jasa keuangan, dan program serta produk-produk lembaga jasa keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Ultra Mikro yang dapat masyarakat akses secara mudah melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store, tpakdjateng.org atau WhatsApp 081 126 00051.

Terakhir, Kredit Pemulihan Ekonomi melalui UMKM, yaitu skema pembiayaan dengan bunga rendah yang  dilaksanakan oleh Bank Pasar, seperti Kredit Melati di Surakarta, Kredit Berkah di Tegal, Kredit SI MIKI dan K0MPAK di Kebumen, Kredit Pro Master di Magelang, Kredit Laku Semar di Banyumas, Kredit Nongol di Pekalongan, Kredit Amanah di Pemalang, Kredit Wibawa di Semarang dan Kredit Bersubsidi di Klaten.

Mengakhiri kegiatan tersebut Aman menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu berlangsungnya penyelenggaraan Rakor TPAKD tersebut. Bahkan mengapresiasi kontribusi Industri Jasa Keuangan yang telah berperan aktif dalam mengimplementasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional khususnya di Jawa Tengah.

“Konteks membangkitkan UMKM di Jawa Tengah tetap menjadi poin yang masih sangat relevan dan harus diperjuangkan untuk menjadi program TPAKD Tahun 2021, karena 80% angkatan kerja Jawa Tengah berada pada sektor UMKM, ujars Aman.

Keempat program unggulan tersebut, lanjutnya, ditujukan untuk mendukung perluasan akses keuangan, pertumbuhan UMKM dan pemulihan ekonomi Jawa Tengah. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *