Home > HEADLINE > Relawan Hendi-Ita Ingatkan Masyarakat Pembagian Waktu Kehadiran Pemilih

Relawan Hendi-Ita Ingatkan Masyarakat Pembagian Waktu Kehadiran Pemilih

SEMARANG[Kampusnesia] – Hari pencoblosan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang tinggal 17 hari lagi yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020, tim pemenangan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) telah mulai melakukan finalisasi kampanye ke beberapa wilayah.

Arnaz Agung Andrarasmara Ketua relawan pemenangan pasangan calon petahana itu mengatakan  tim telah mulai mendiskusikan terkait hal – hal tekhnis yang berkaitan dengan hari pencoblosan.

Menurutnya, selain memastikan masyarakat mencoblos Hendi – Ita melalui struktur partai politik, relawan juga mengupayakan hal serupa melaului tokoh masyarakat di wilayah masing – masing.

Arnaz yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Semarang itu menuturtkan tim pemenangan telah mengidentifikasi beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi masyarakat ke TPS pada  9 Desember 2020. \

Arnaz menyoroti soal adanya point ‘Waktu Kehadiran Pemilih’ dalam undangan pemungutan suara kepada pemilih. Menurutnya, adanya point tersebut harus diperhatikan pemilih, agar kemudian saat datang ke TPS tidak berkerumun. Pasalnya waktu tersebut ditetapkan supaya masyarakat dapat datang bergantian secara teratur ke TPS, demi memdukungnya berjalannya protokol kesehatan.

Namun di sisi lain, dia juga mengingatkan warga tetap bisa menyalurkan hak suaranya, di luar waktu kehadiran, selama masih dalam batas waktu pencoblosan, yaitu pada pukul 07.00 VIB sampai pukul 13.00 WIB.

“Jadi kalau waktu kehadiran pemilih mau dibagi, saya rasa ini sebuah hal yang positif, tapi kepada petugas di TPS harus ditekannkan bahwa di luar jam kehadiran itu, warga masih bisa mencoblos antara jam 7 pagi sampai 1 siang, supaya tidak ada miss komunikasi nantinya,” tutur Arnaz.

Dia sangat berharap sosialisasi dari KPU bisa maksimal terkait tekhnis – tekhnis pencoblosan kepada masyarakat, untuk meminimalisir hambatan mewujudkan kesuksesan Pilwalkot Semarang.

Selain itu, Arnaz juga mengharapkan tokoh masyarakat di lingkungan bisa terus aktif mengingatkan warga untuk mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020.

“Saya rasa waktu 5 jam yang diberikan untuk mencoblos bukanlah waktu yang sempit, maka dari itu mungkin nanti tokoh masyarakat juga bisa aktif mengajak masyarakat yang tidak kunjung meyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.

Kalau melihat target, lanjutnya, paritispasi pemilih dari KPU yang cukup tinggi, sekitar 77,5%, maka semua pihak harus aktif berkontribusi mendukung target KPU tersebut. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 1 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *