Home > EDITOR'S CHOICE > Edhy Prabowo Tertangkap, Masyarakat Inginkan Susi Pudjiastuti Kembali

Edhy Prabowo Tertangkap, Masyarakat Inginkan Susi Pudjiastuti Kembali

 

                                                             Oleh: Delphi Aurelia Avriel
Sektor perikanan tiba-tiba menjadi booming dan banyak menyita perhatian masyarakat di tanah air, bukan karena harga komoditas perikanan melejit dan hasil panen melimpah, namun dihebohkan dengan tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo pada Rabu, 25 November lalu.

Tertangkapnya Eddhy Prabowo cukup menggemparkan di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan Edhy bakal dijerat sebagai tersangka kasus korupsi terkait ekspor benih lobster serta perizinan tambak, usaha dan pengelolaan bisnis komoditas perairan usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK saat dia bersama istrinya baru saja tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai berlibur di Hawaii.

Selain, Edhy dan istrinya,  KPK bahkan juga menangkap 15 orang lainnya yang diduga juga turut andil dalam upaya korupsi yang dilakukan Edhy Prabowo.

Kelima belas orang tersebut terdiri Safri (SAF) selaku Staff Khusus Menteri KKP, Zaini (ZN) selaku Dirjen Tangkap Ikan KKP, Yudha (YD) selaku Ajudan Menteri KKP, Yeni (YN) selaku Protokoler KKP, Desri (DES) yang merupakan Humas KKP, Selamet (SMT) selaku Dirjen Budidaya KKP, Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP), Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Dipo (DP) yang merupakan Pengendali PT Perishable Logistic Indonesia (PLI), Deden Deni (DD) selaku Pengendali PT Aero Citra Kargo (ACK), Nety (NT) yang merupakan istri dari Siswadi, Chusni Mubarok (CM) selaku Staff Menteri KKP, Ainul Faqih (AF) yang merupakan Staff istri Menteri KKP, Syaihul Anam (SA) selaku Staff Menteri KKP dan Mulyanto (MY) selaku Staff PT Gardatama Security.

Penangkapan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan itu berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat, karena adanya dugaan kegiatan transaksi penerimaan uang pada rekening bank dari para penyelenggara negara yang digunakan untuk membeli sejumlah barang mewah dari luar negeri.

KPK juga menetapkan delapan tersangka lainnya dalam kasus suap ini. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Staff Khusus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staff dari Iis Rosyati Dewi yang merupakan Istri dari Edhy Prabowo , Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP), Andreau Pribadi Misanta (APM selaku Staff Khusus Menteri KKP dan Amiril Mukminin (AM) selaku pemilik bisnis swasta.

Sesuai dengan perbuatannya, para penerima suap akan dikenai Pasal 12 Ayat (1) Huruf A atau B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, JUncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sementara untuk para pemberi suap, mereka akan dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf A atau B atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasar 64 Ayat (1) KUHP.

Usai ditangkap dan ditunjuk sebagai tersangka Edhy Prabowo dicabut jabatannya sebagai Menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan posisinya digantikan oleh Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sampai saat ini, kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak KPK dan proses hukum pun masih terus berjalan. Tentu saja muncul berbagai respon masyarakat mengenai hal ini, sebagian besar masyarakat merasa resah karena lagi dan lagi para pejabat pemerintahan tertangkap melakukan tindak korupsi, yang artinya mereka tidak amanah.

Ada pula masyarakat yang mengelu-elukan nama Susi Pudjiastuti selaku mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode sebelumnya. Mereka menilai kinerja Susi Pudjiastuti pada masa itu cukup memuaskan sehingga layak untuk kembali menduduki jabatan sebagai menteri kembali.

Selain itu, belakangan ini nama Susi Pudjiastuti kembali dibicarakan oleh publik usai merespon omongan dari Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru yakni Luhut Binsar Panjaiitan yang menyatakan jika aturan ekspor benih lobster itu tidak menyalahi aturan.

 (Delphi Aurelia Avriel Mahasiswi Ilkom Udinus Semarang)

* Artikel ini telah dibaca 159 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *