Home > EDITOR'S CHOICE > Bersinergi Pasca Pilkada 2020

Bersinergi Pasca Pilkada 2020

                                                                        Oleh: Suryanto

Pilkada serentak yang digelar di 270 wilayah pemilihan telah usai. Meski  dilaksanakan di tengah situasi masa pandemi Covid 19, pesta demokrasi kali ini harus betul-betul menjadi momentum melahirkan pemimpin yang memiliki sense of crisis, bukan hanya mampu menyelesaikan kasus Covid di daerahnya, tetapi juga membangkitkan perekonomian setelah diluluhlantakkan oleh bencana wabah Corona ini.

Pilkada seharusnya menjadi momentum untuk menyeleksi dan memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagaimana masalah di daerah masing-masing, khususnya Covid 19.

Seluruh stakeholder yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah agar selalu bersinergi dalam pelaksanaan dan hasil Pilkada yang telah dilaksanakan secara serentak pada  9 Desember lalu. Pasalnya, Pilkada adalah proses pemilihan pemimpin masa kini dan masa depan yang dapat menentukan eksistensi bangsa Indonesia.

Dengan demikian, harus ada satu mekanisme yang dapat diperbaharui, harus ada satu langkah-langkah dinamis, sebab yang dihadapi adalah manusia, baik rakyat sebagai pemilik demokrasi, rakyat sebagai pemilik negeri ini, dan rakyat sebagai pemilih yang memilih pemimpinnya secara langsung.

Pada hakekatnya pemilihan umum (Pemilu) itu bukan hanya memilih pemimpin.  Namun,  Pemilu juga merupakan cara menentukan nasib bangsa selama lima tahun ke depan melalui pemilihan pemimpin, bagaimana kita menentukan lima tahun ke depan nasib bangsa ini melalui memilih pemimpin. Pemimpin itu hanya instrumen, pelaku untuk bagaimana mengawal pembangunan nasional lima tahun ke depan itu harus baik.

Oleh karena itu, masyarakat mestinya memilih tidak asal-asalan memilih pemimpin. Masyarakat tahu dengan jelas siapa dia, track record-nya bagaimana, apa pengalaman dia, dan apa yang telah dilakukan untuk meyakinkan bahwa dia sebagai pemimpin yang dapat diandalkan.

Pemilu juga harus dilaksanakan dengan riang gembira, dengan penuh kesadaran dan partisipasi bahwa ini kesempatan yang sangat baik untuk rakyat memilih pemimpin yang mengawal negeri ini ke depan lima tahun ke depan.  Ini bukan ajang untuk kita saling membenci antara kontestan satu dengan yang lain, untuk ketemu kemudian cekcok bahkan berkelahi, itu sudah salah besar.

Betapa pentingnya posisi Pilkada ini meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 dalam eksistensi kita sebagai proses keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.  Banyak sekali masalah yang  dihadapi dalam pelaksanaan Pilkada maupun pasca pelaksanaan Pilkada. Karena demokrasi terus berjalan, namun terkadang sistem demokrasi kalah cepat dengan manusia-manusia yang mengisi demokrasi tersebut, karena adanya faktor pergaulan internasional, pergaulan antar bangsa dan pengaruh teknologi atau perkembangan lingkungan yang masuk dalam wilayah politik internasional.

Seluruh elemen bergandeng tangan menyukseskan Pilkada dengan harapan melahirkan pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap krisis. Eksekutif, legislatif, penyelenggara Pemilu sudah memutuskan, artinya mereka sudah siap dan mampu bertanggung jawab, tak perlu lagi ada suara golput apalagi boikot. Tinggal bagaimana agar Pemilukada ini melahirkan pemimpin yang berkapasitas dan memiliki kepekaan terhadap kondisi terkini.

Terkait hal itu, penyelenggara Pemilukada mampu dan disiplin melakukan, memprogram tahapan Pemilukada aman dan melahirkan pimpinan daerah yang berkualitas. Yang utama itu adalah protokol kesehatan yang ketat, dan perlu ada Pakta integritas, kontrak politik kepada kandidat untuk bersungguh-sungguh menyelesaikan bencana. Di situ nanti kelihatan siapa yang memiliki sense crisis dan yang tidak.

Penyelenggara Pilkada Serentak 2020 harus berlaku adil dan transparan bagi semua kontestan agar tidak menimbulkan benih konflik. Apabila terjadi sengketa dalam proses Pilkada 2020, semua pihak agar berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama.

Pada kesempatan yang sama, kita layak memberikan apresiasi kepada para penyelenggara Pilkada 2020 di seluruh daerah yang secara umum sudah menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin di tempat-tempat pemungutan suara (TPS).

Lebih dari itu Pilkada Serentak 2020 pada intinya adalah upaya bangsa ini untuk memilih para pemimpin di daerah yang sangat diharapkan mampu membangun daerahnya menjadi lebih baik.

Jika pembangunan di seluruh daerah di Indonesia berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat maka akan berdampak signifikan terhadap pembangunan nasional.   Bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin daerah yang berjiwa negarawan, kreatif, dan visioner untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Bahwa Pemilu ini adalah saat kita untuk memilih pemimpin yang benar-benar dapat menjamin kesinambungan pembangunan kita ke depan.  Maka dari itu pentingnya menjaga  persatuan dan kesatuan bangsa, selalu  diutaman dan diupayakan.

Kalau tidak bersatu tidak mungkin kita bisa membangun negeri ini. Kita bisa mengambil contoh, misalnya; Vietnam saat perang dulu tidak bisa membangun tapi kini sudah bersatu, Jerman saat masih ada tembok  Berlin juga tidak bisa membangun, sebaliknya bangsa yang sudah bersatu tapi rusak tidak bisa membangun seperti Irak, Suriah, Libya, Afganistan. Maka jangan sampai kita usik persatuan ini, kita pegang teguh persatuan bangsa ini.  Pemilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga.

Masyarakat dan kontestan, terutama pihak yang memenangkan kontestasi Pilkada  menghindari euforia dalam menyikapi hasil Pilkada Serentak 2020. Bagi kontestan yang mendapat kepercayaan rakyat untuk memimpin agar segera melakukan konsolidasi seluruh potensi yang ada untuk membangun daerah.  Di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi sejumlah tantangan, masyarakat dan para kontestan agar bijaksana dalam menyikapi hasil Pilkada 2020, tidak perlu ada euphoria.

Langkah pertama ketika menyikapi hasil Pilkada di antaranya bagi kontestan yang diberi kepercayaan rakyat untuk memimpin harus segera melakukan konsolidasi seluruh kekuatan masyarakat di wilayahnya.

Bagi kontestan yang belum berhasil mendapat dukungan masyarakat untuk menjadi pemimpin, juga harus bersikap bijak dengan menerima kenyataan hasil Pemilu, dan mampu mengajak pendukungnya untuk menerima hasil Pilkada dengan tidak melakukan tindakan yang inkonstitusional.

Selamat bekerja bagi para pemenang Pilkada 2020, dan rakyat sudah pasti akan menanti janji-janji yang kalian sampaikan kepada mereka pada saat kampanye.

 

Suryanto SSos MSi dosen Komunikasi Politik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang

* Artikel ini telah dibaca 21 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *