Home > HEADLINE > Upaya FKUB Jateng Jaga Perdamaian Diharapkan Dikembangkan Daerah Lain

Upaya FKUB Jateng Jaga Perdamaian Diharapkan Dikembangkan Daerah Lain

SEMARANG[Kampusnesia] –  Gerakan menjaga perdamaian dalam perbedaan yang dilakukan  para tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jawa Tengah diharapkan dapat dikembangkan di provinsi lain.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengatakan upaya yang telah dilakukan FKUB Jateng diharapkan dapat mampu menginspirasi daerah-daerah lain untuk segera melakukan berbagai upaya kreatif untuk merawat kerukunan antar umat beragama di tanah air.

“Apa yang sudah dilakukan FKUB Jateng ini, saya berharap menjadi inspirasi. Apa yang dilakukan oleh sahabat-sahabat di Semarang ini bisa ditiru di tempat-tempat lain,” ujar Gus Yaqut usai menerima Piagam Watugong  disela menghadiri perayaan Natal  2020 di Gereja Blenduk Semarang, Kamis (24/12).

Menurutnya, manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala beraneka ragam, baik bangsa, suku, maupun agama atau kepercayaan. Jadi, keragaman adalah keniscayaan yang dihadirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Keragaman yang hadir di dunia ini, lanjutnya, tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak saling  menjaga perdamaian yang menjadi esensi dalam kehidupan. Oleh karena itu, keberagaman yang sudah ada di Indonesia ini jangan sampai tercerabut.

Dia menambahkan munculnya gerakan-gerakan radikal dan intoleransi yang berpotensi radikal, bahkan bisa menjadi embrio gerakan terorisme harus dicegah sejak dini. Tegasnya negara Indonesia  yang sangat plural dan beragam ini harus dijaga kedamaiannya.

Ketua FKUB Jateng KH Drs Talim Syahlan MSi menuturkan Piagam Watugong adalah sebuah prasasti yang ditandatangani oleh 43 elemen keagamaan dan kepercayaan pada 10 Oktober 2020 di Vihara Watugong Banyumanik Semarang.

“Piagam itu menjadi simbol implementasi dari perdamaian antar umat beragama dan kepercayaan di Jawa Tengah. Negara kita ini memiliki kekayaan berupa keberagaman. Maka jika ada suatu golongan yang ingin memaksakan keyakinannya sendiri maka tentu harus kita lawan,” tuturnya.

Menurutnya,  Piagam Watugong berisi tiga rumusan dasar yang telah disepakati. Rumusan pertama yaitu penguatan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, penguatan moderasi beragama kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan ketiga, menguatkan toleransi silaturahmi kebangsaan.

“Kami bersama-sama bertemu Kiai, Biksu, Bhante, Pendeta dan lainnya  bersepakat  bersama-sama merawat, merajut dan  menjadi perekat bagi umat beragama dan kepercayan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.  (smh)

* Artikel ini telah dibaca 51 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *