Home > HEADLINE > Sejumlah Toko Disegel, PKL Dibubarkan Yang Tak Patuhi Aturan PPKM

Sejumlah Toko Disegel, PKL Dibubarkan Yang Tak Patuhi Aturan PPKM

SEMARANG[Kampusnesia] – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali menggelar razia di sejumlah mal, pertokoan dan para pedagang kaki lima (PKL), sebagai upaya untuk menertibkan merka agar mematuhi pelaksanaan PPKM.

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto memimpin razia itu yang digelar di berbagai daerah zona merah Covid-19, termasuk wilayah Pedurungan.

“Kami melaksanakan Perwal no. 1 tahun 2021, yang mengyebutkan operasi mall hanya sampai pukul 19.00 WIB harus tutup dan cafe, karaoke, PKL 21.00 WIB tutup, jadi kita sisir semua tapi target kita yang zona merahnya tinggi yakni di Pedurungan dengan lima kecamatan,” ujar Fajar, usai melakukan razia, Senin (11/1).

Menuturnya, puluhan personel diturunkan untuk memantau tempat hiburan, pertokoan, restoran dan PKL yang masih membandel dan tidak menutup tempat usahanya pada pukul 21.00 WIB sesuai aturan PPKM.

“Minimarket seperti Alfamart dan Indomart sudah patuh tutup pukul 21.00 WIB, tapi jika besok ada yang main-main maka akan langsung kami segel, karena kami laksanakan kebijakan gubernur dan walikota agar Kota Semarang ini dalam 14 hari ke depan agar kasus Covid bisa menurun,” tuturnya.

Dari hasil razia itu, terdapat beberapa toko seperti minimarket Tlogosari, tempat play station hingga toko printing di Jalan Gajah harus disegel, karena hingga pukul 22.00 WIB malam masih melakukan aktivitas perdagangan.

“Untuk yang disegel kami haruskan mereka Selasa datang ke Satpol PP dan kami suruh buat pernyataan agar mereka menutup toko masing-masing sesuai jam perwal,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, beberapa warung-warung PKL yang hingga pukul 23.00 WIB masih nekat buka langsung dibubarkan Satpol PP. Bahkan juga dilakukan penyitaan beberapa barang-barangnya seperti meja dan kursi.

“Jika mereka tokonya yang sudah pernah disegel, lalu masih membandel, maka bisa kami lakukan penutupan permanen dan kami akan koordinasi ke dinas terkait hingga walikota, karena kami tidak mau mereka yang ada di lapangan seolah-olah disepelekan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Provinsi Jawa Tengah Budiyanto menuturkan prihatin karena masyarakat di masa pandemi yang mulai mengabaikan prokes 3M.

“Musim pandemi memang banyak tidak enaknya, termasuk pakai masker standar, memang tidak nyaman tapi kalau kita ingin sehat semua harus lakukan itu seperti tinggal di rumah saja, selalu cuci tangan dan hindari kerumunan,bahkan toko dan tempat hiburan harus tutup pukul 21.00 WIBm karena ini salah satu cara untuk mengurangi penyebaran Covid,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *