Home > EKONOMI & BISNIS > Tiga Womenpreneur Raih Jadi Pemenang DSC XI 2020

Tiga Womenpreneur Raih Jadi Pemenang DSC XI 2020

JAKARTA[Kampusnesia] – Perjalanan program dan ekosistem wirausaha dari Wismilak Foundation, Diplomat Success Challenge (DSC) XI telah masuk ke dalam titik akhirnya. Sebanyak 20 challengers telah melewati fase Market Challenge di Kota Bandung dan Yogyakarta dengan sejumlah protokol kesehatan yang ketat.

Setelah melewati dua tahap eliminasi pada Market Challenge, terpilihlah 12 grand finalist yang berhak mengikuti fase penjurian final di Kota Surabaya.

Malam penjurian dan penghargaan DSC XI dapat disaksikan lewat web series DSC XI episode final di kanal YouTube resmi Diplomat Sukses, serta di situs diplomatsukses.com yang telah tayang pada Senin, 25 Januari 2021.

Ketua Dewan Komisioner DSC XI, Surjanto Yasaputera mengatakan kebahagiaannya, tidak terasa hari ini DSC XI telah berakhir.

“Kita telah menyaksikan perjalanan para challengers di babak final yang diadakan di Surabaya lewat web series DSC XI. Selamat kepada peraih hibah modal usaha, maupun grand finalist lain yang mendapat apresiasi dan penghargaan lain. Selain itu, kami juga mengucapkan selamat bagi para challengers dari awal proses market challenge,” ujarnya, Rabu (27/1).

Walaupun ada yang belum bisa lolos hingga grand final, lanjutnya, namun diyakini banyak sekali ilmu, pembelajaran dari Mentor ataupun Dewan Komisioner, serta jaringan yang didapat dari program DSC XI.

“Semoga semua pengalaman tersebut bermanfaat dan dapat diambil hikmah terbaiknya, pastinya dengan tujuan membuat bisnis para peserta lebih maju lagi,” tuturnya.

Dari challengers yang bertahan hingga babak grand final DSC XI, dan resmi menjadi 12 grand finalist, para Dewan Komisioner yang terdiri dari Surjanto Yasaputera, Direktur Wismilak Grup Antarina SF Amir, Akademisi & Direktur HighScope Indonesia dan Helmy Yahya, CEO R66 Media, Entrepreneur & Public Speaker, kembali menyeleksi 12 grand finalist terpilih tersebut, hingga tersisa menjadi 8 grand finalist terbaik.

Selanjutnya ke-8 grand finalist tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan sesi tanya jawab penentuan dengan para Dewan Komisioner. Penjurian ketat berlangsung hingga akhirnya terpilihlah Arlin Chondro dengan bisnisnya Peek Me Naturals yang berhasil meraih penghargaan utama sebagai Best of the Best Challenger DSC XI.

Selain Arlin, ada 2 grand finalist lainnya yang berhasil meraih hibah modal usaha juga merupakan perempuan-perempuan muda dengan bisnis cemerlang. Mereka adalah Lidya Angelina Rinaldi dengan bisnis food & beverage berbahan baku vanilla yaitu La Dame in Vanilla, serta Anisa Azizah dengan bisnis inovasi beton berpori bernama Tech Prom Lab. Ketiga womenpreneur ini meraih hibah modal usaha dengan nilai terbesar Rp300 juta untuk masing-masing pemenang, serta hadiah apresiasi tambahan sebagai Best of the Best Challenger senilai Rp50 juta bagi Arlin Chondro.

Arlin yang berasal dari Tangerang berhasil mendapat hibah modal usaha sebesar Rp 300 juta. Dalam perjalannya sejak lolos tahap 150 besar dan mengikuti audisi, Arlin didampingi mentor pilihannya yaitu Helga Angelina, Co-founder Burgreens.

Peek Me Naturals  merupakan bisnis yang dirintis sebagai bentuk terapi alternatif (aromaterapi) dengan memanfaatkan khasiat essential oils. Pada awalnya, Arlin merintis bisnis ini berangkat dari keinginannya sebagai seorang ibu yang tengah mencari alternatif lebih alami dan aman untuk anaknya yang menderita alergi dan asma. Sedangkan saat itu, terapi konvensional menggunakkan steroid dirasa kurang cocok bagi anaknya.

“Peek Me Naturals merupakan bisnis yang personal bagi saya, karena dirintis berdasarkan kegelisahan saya sebagai ibu muda yang masih banyak belajar dan ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Puji syukur, dalam perjalanan Peek.Me Naturals sejak 2016 hingga 2020 lalu kami mendapatkan kesempatan bergabung dengan keluarga besar Diplomat Success Challenge, dan bahkan saya berhasil keluar sebagai Best of the Best Challenger DSC XI,” tuturnya.

Pastinya, tutur Arlin, hibah modal usaha yang diraih akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengembangkan bisnis, terutama di tengah era yang sangat menantang seperti sekarang.

Sedangkan Lidya Angelina dan Anisa Azizah juga turut menyampaikan rasa bangganya karena dapat mengikuti rangkaian DSC XI dengan perjuangan yang cukup keras. Mereka juga sangat bersemangat untuk mengembangkan potensi bisnis masing-masing dengan pendampingan dari DSC selama 2 tahun ke depan, serta kesempatan bergabung dengan Diplomat Entrepreneur Network (DEN) untuk memperluas jejaring usahanya.

Bagi Lidya Angelina Rinaldi, Founder La Dame in Vanilla, bisnisnya merupakan cerminan akan passion-nya dalam membuat kue dengan bahan vanilla terbaik dari tanah Indonesia. Indonesia merupakan salah satu penghasil vanilla terbesar di dunia, namun tidak banyak masyarakat yang tahu.

“Melalui La Dame in Vanilla saya ingin membawa vanilla Indonesia lebih dikenal di dunia. Untuk itu saya sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan DSC XI bagi bisnis kami untuk berkembang. Nantinya, hibah modal usaha yang kami dapat akan digunakan untuk membeli fasilitas mesin agar produksi vanilla kami dapat berlipat ganda demi memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Tidak jauh berbeda bagi Anisa Azizah, Co-founder & CEO Tech Prom Lab, menurutnya, DSC dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi bisnis yang baru dirintis seperti bisnisnya.

“Tech Prom Lab merupakan startup yang berfokus pada inovasi material bangunan. Kami baru berdiri sejak 2018, sehingga untuk dapat bersaing di gelaran DSC XI merupakan pengalaman yang cukup menantang. Ternyata menurut para mentor dan Dewan Komisioner, teknologi yang kami terapkan pada inovasi beton berpori memiliki potensi besar di masa depan. Ilmu serta hibah modal usaha yang saya dapatkan dari DSC XI pastinya akan berperan besar untuk perkembangan Tech Prom Lab ke depannya,” tuturnya.

Selain ketiga pemenang di atas, para pemenang lain yang juga meraih hibah modal usaha dalam gelaran DSC XI di antaranya Adam Abdulah (Wah Gede Banget) Rp150 juta, dan Dedhy Bharoto (Lumbung Alum) Rp120 juta.

Tia grand finalist lainnya mendapatkan hadiah apresiasi serta gelar istimewa, di antaranya Robby Sabastian Irawan (HOMI) sebagai Potential Business Idea, Hendi Suryo Leksono (Geladogs) juga sebagai Potential Business Idea, dan Rengkuh Banyu Mahandaru (Plépah) sebagai The Most Social Impact Business.

Seluruh pemenang DSC XI ini juga akan mendapatkan kesempatan pendampingan bisnis dari DSC selama dua tahun ke depan, serta secara resmi bergabung dengan jejaring wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN).

Diplomat Success Challenge lebih dari sekadar kompetisi ajang Diplomat Success Challenge yang telah diadakan sejak 2010 memang lebih dari sekadar kompetisi wirausaha. Dalam 11 tahun perjalanannya, DSC menjelma menjadi sebuah program terintegrasi dan memiliki visi yang lebih besar, yaitu membangun ekosistem wirausaha yang kuat agar dapat berkontribusi demi percepatan pembangunan Indonesia.

Sejak dibukanya pendaftaran sejak 19 Agustus 2020, meskipun diselenggarakan di tengah kewaspadaan akan pandemi Covid-19, DSC XI terus berjalan serta beradaptasi dengan format semi virtual untuk mengakomodir proses sosialisasi maupun roadshow. Namun, secara mengejutkan antusiasme peserta pada DSC XI terbilang cukup besar, terbukti dari jumlah pendaftar yang melonjak hingga 25% dari tahun lalu.

Masa roadshow dan sosialiasi DSC XI juga menorehkan pencapaian baru di mana DSC XI berkolaborasi dengan tidak kurang dari 20 mitra lokal, 23 inkubator bisnis dan 46 kampus di 30 kota di Indonesia. Sosialisasi DSC XI dilakukan sekaligus sebagai sarana berbagi ilmu tentang bisnis dan kewirausahaan, di antaranya dalam format webinar yang diadakan mencapai sebanyak 44 kali, 7 Instagram live, dan 5 podcast. Keseluruhan upaya sosialiasi secara virtual ini pun mendatangkan total hingga sekitar 15.000 partisipan.

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengatakan perjalanan DSC XI sepanjang 2020 merupakan pengalaman baru pula bagi penyelenggara. Di tengah kondisi pandemi, diyakini dapat beradaptasi dan terus berjalan demi para wirausahawan yang membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk tetap berkembang di masa yang kurang menguntungkan bagi iklim bisnis ini.

“Kami mengucapkan terima kasih pada 15.589 peserta yang telah berpartisipasi pada DSC XI. Kepada para Mentor Nasional yang telah mendampingi para challengers sejak masa audisi hingga market challenge, dan terutama bagi seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyaksikan penyelenggaraan DSC XI dari awal hingga akhir melalui penayangan web series DSC XI,” tutur Edric Chandra.

Dalam menjaring wirausahawan muda potensial selama gelarannya, DSC XI menggandeng 4 Mentor Nasional untuk mengawal audisi hingga mendampingi challengers selama masa pejurian. Mereka adalah Handoko Hendroyono, Co-founder M Bloc Space & Filosofi Kopi, Inez Stefanie, Co-founder & Managing Director Supernovae, Helga Angelina, Co-founder Burgreens, dan Ario Pratomo, entrepreneur, content creator, dan investor.

“Sekali lagi, selamat kepada kepada para grand finalist dan seluruh challengers. DSC XI selalu berupaya menjaring wirausahawan potensial yang memiliki kualitas 3P (Paham, Piawai, Persona), sehingga setiap tahunnya kami sangat bersyukur karena dapat terus bertemu talenta-talenta bisnis Indonesia yang luar biasa. DSC XI telah berakhir, kini waktunya bagi kita mewujudkan ide bisnis yang sudah kita rencanakan dan mulai mengembangkan bisnis yang sudah berjalan. Bagi calon peserta yang belum berkesempatan mengikuti rangkaian DSC XI, selalu ada kesempatan lain. Mari kita bertemu di DSC XII, dan #BIKINGEBRAKAN!,” tutur Surjanto Yasaputera. (rs)

.

 

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *