Home > EKONOMI & BISNIS > OJK Akan Dorong Lazisnu Jateng Jajaki Pendirian Bank Wakaf Mikro

OJK Akan Dorong Lazisnu Jateng Jajaki Pendirian Bank Wakaf Mikro

                             Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa

SEMARANG[Kampusnesia] – Kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY mendorong Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Tengah untuk menjajaki kemungkinan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) dari Dana Wakaf Uang Tunai.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa mengatakan saat ini terdapat 60 BWM yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total outstanding pembiayaan mencapai Rp12,14 miliar dan memiliki sebanyak 12.164 nasabah.

“Melihat potensi tersebut, Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menjadi alternatif lembaga keuangan syariah yang dapat mengakomodasi kebutuhan pembiayaan umat sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ujarnya, Kamis (4/3).

Menurutnya, untuk membangun ekosistem inklusi keuangan syariah di lingkungan yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara formal atau unbankable, OJK mengajak Lazusnu se-Jawa Tengah untuk menjajaki kemungkinan pendirian BWM.

Mekanisme operasional BWM, lanjutnya, dirancang untuk membantu pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

“OJK telah memfasilitasi pembuatan model bisnis BWM dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana (donatur) mendonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha dengan imbal hasil sangat rendah,” tuturnya.

Selanjutnya, dia menambahkan Lazisnu dapat menjalin kerja sama dengan Industri Jasa Keuangan Syariah seperti Bank Umum Syariah dalam hal pengelolaan dana idle dari BWM yang tidak terserap untuk pembiayaan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Fathan Subchi mengapresiasi OJK dalam upaya memberikan pemahaman bagi pengurus Lazisnu tentang alternatif pengelolaan wakaf uang dan peluang-peluang sinergi antara Lazisnu dengan Industri Jasa Keuangan Syariah.

“Lazisnu dihrapkan dapat lebih berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Imam Hidayat Sunarto, banyak Lazisnu yang memiliki rekening di BSI.

“Hal ini merupakan awal sinergi yang baik karena dengan aset bank sebesar Rp240 triliun, BSI bersama para Wakif (Pihak yang Mewakafkan) mampu berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan mendukung kebangkitan UMKM,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *