Home > HEADLINE > KONI Kota Semarang Akan Tingkatkan SDM Lebih Profesional

KONI Kota Semarang Akan Tingkatkan SDM Lebih Profesional

SEMARANG[Semarangpedia] – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang akan berupaya meningkatkan profesional sumber daya manusia (SDM) pengelolaan cabang olahraga (Cabor), termasuk  transpraransi anggaran kebutuhan pada cabang olahraga dan melahirkan atlet berprestasi untuk dapat diketahui publik melalui berbagai media.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan anggaran pengeloaan pembinaan olahraga hingga mampu menciptakan atlet berprestasi tidaklan sedikit nilainya, berapa besarnya pun selalu tidak mencukupi, namun dengan SDM profesional hal itu dapat dilakukan.

“Olahraga merupakan kebanggaan jika atlet mampu berprestasi tidak hanya di tingkat lokal, nasional tetapi hingga internasional, Bahkan harga diri Kota Semarang harus dijaga, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah untuk mewujudkan atlet berprestasi,” ujarnya saat membuka pelatihan kehumasan dan fotografer bagi humas semua Cabor Koni Kota Semarang, di Aula Kecamatan Banyumanik, Semarang, Senin (5/4) .

Menurutnya, dengan anggaran KONI Kota Semarang tidak begitu besar, pembinaan olahraga tetap akan ditingkatkan, pembina olahraga berkomitmen akan bekerja profesional hingga mampu menciptakan atlet yang berprestasi, sekaligus untuk mewujudkan progam Semarang Emas.

“Dengan anggaran tidak besar, mau tidak mau harus menyesuaikan. Terutama bantuan dana hibah untuk cabang olahraga anggota KONI Semarang. Namun dengan bekerja prosfesional diharapkan mampu menggali bantuan dana dari pihak ketiga, baik swasta, BUMD maupun perusahaan melaui dana CSR sebagaio sponsorhip,” tutur Arnas.

Menurutnya, jika Koni dapat berkerja secara profesional dan mampu menciptakan atlet berprestasi, dipasikan bakal banyak pihak ketiga yang memberikan support, bahkan mereka bakal bersedia memberikan bantuan dana sponsorship untuk ikut mendorong lahirnya atlet-atlet baru yang berprestasi.

“Kalau bekerja tidak profesional dan gagal menciptakan atlet baru berpretasi, harus diakui banyak pihak ketiga dari kalangan perusahaan pun pasti enggan memberikan bantuan sponship pada cabang-cabang  olahraga,” ujarnya.

Aktivitas Koni Kota Semarang, lanjutnya, sudah saatnya dilakukan trasparansi agar dapat diketahui publik, sehingga masing-masing pengurus cabor menyiapkan humas yang dapat menuangkatkan kegiatannnya melalui tulisan yang baik, hingga masyarakat dapat memahami, bahkan diharapkan mereka akan memberika suport .

Berbagai program Koni itu, tutur Arnas, merupakan persiapan untuk Porprov 2022 yang akan berlangsung di Pati Raya. Saat ini sudah terjaring 310 atlet/pemain dari 51 cabang olahraga. Mereka hasil seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Atlet kota ini di pelatda Jateng yang dipersiapkan untuk PON XX otomatis masuk dalam PSE ini.

Mengenai anggaran, menurutnya,   organisasi yang baik harus didasarkan pada perencanaan yang baik, penganggaran yang baik dan evaluasi. Organisasi yang baik harus didasarkan pada perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan dan adanya evaluasi. (RS)

* Artikel ini telah dibaca 1 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *