Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > Sido Muncul Perluas Pasar Di Negara Semenanjung Arab, Indo China Dan Nigeria

Sido Muncul Perluas Pasar Di Negara Semenanjung Arab, Indo China Dan Nigeria

                               David Hidayat Direktur Utamal PT Industri Jamu dan Farmasi

SEMARANG[Kampusnesia] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tahun ini akan menentukan strategi untuk mengenjot kenaikan pendapatan, penjualan maupun laba dengan memfokuskan pada penjualan ekspor produk herbal dan minuman ke berbagai negara potensial, selain tetap memperkuat pasar domestik.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan perseroan bakal mengenjot pasar ekspor, selain negara di kawasan Timur Tengah, juga semakin serius bakal mengembangkan pasar di negara-negara di semenanjung Arab, Indo China dan Nigeria/Afrika.

Negara-negara Asean, lanjutnya, menjadi fokus pengembangan pasar ekspor, selain beberapa negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah yang juga memiliki potensi pasar cukup besar ke depan.

“Bahkan perusahaan kini mulai gencar melakukan pengembangan market baru di negara-negara semenanjung Arab, Indo China dan Nigeria/Afrika,” ujar David, Selasa (6/4) .

Tidak hanya itu, tutur David, perusahaan juga sedang menggalakkan penjualan bahan baku (extrak rempah) ke perusahaan makanan , minuman dan farmasi dengan mengoptimalkan kapasitas unit extraksi yang tersedia.

David menuturkan kinerja perusahaan pada 2021 ini akan terus berupaya mengembangkan jalur distribusi lokal melalui penambahan outlet di wilayah-wilayah yang masih minim kontribusinya dan  jalur distribusi online.

Selain itu, dia menambahkan secara agresif, manajemen terus melakukan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan herbal menjadi preferensi,  hal ini benar-benar membuka peluang bagi Sido Muncul.

“Bahkan kami kini juga sedang mengembangkan project greenhouse yang nantinya dapat membantu kesinambungan bahan-bahan rempah yang digunakan, dari sisi ekonomis akan jauh lebih effisien,” tutur David.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir ini volume ekspor produk Tolak Angin ke Filipina masih terus dikembangkan, perusahaan masih berusaha melakukan penetrasi pasar di negara tersebut, mengingat iklim serta kebiasaan masyarakat di Filipina sangat mirip dengan kondisi di Indonesia. Diharapkan volume penjualan dapat mengalami pertumbuhan di negara itu.

Kondisi itu, tutur David, menunjukkan pasar ekspor produk herbal Sido Muncul masih sangat berpeluang besar, tidak hanya Tolak Angin namun produk minuman herbal pun memiliki peluang yang sama.

David optimis pada 2021 ini perusahaan bakal mampu mencapai kenaikan penjualan dan meraih kenaikan laba dari tahun sebelumnya, meski kondisi pandemi belum diketahui kapan berakhir.

Menurut David, perusahaan akan terus memperluas ekspansi pasar ekspor dari yang telah direalisasikan saat ini ke 16 negara dan bakal terus bertambah dengan adanya pengembangan market baru di negara-negara kawasan Asean, Timur Tengah dan semenanjung Arab, Indo China dan Nigeria/Afrika.

Peningkatan penjualan itu, tutur David, juga didukung dengan tersedianya kapasitas produksi dengan beroperasinya mesin modern Sido Muncul generasi industri 4.0 yang keseluruhan proses produksi dilakukan dengan mesin-mesin otomatis yang dikendalikan dengan computer. Kapasitas mesin produksi mesin COD 2 dapat ditingkatkan hingga mampu memproduksi  200 juta sachet perbulan . Saat ini untuk memenuhi kebutuhan penjualan Tolak angin cair dan Tolak Linu  cair masih memanfaatkan kapasitas  produksi 100 juta sachet per bulan.

“Kami telah menyiapkan tempat dengan konstruksi nya disebelah mesin2 produksi  yang ada saat ini,  jika permintaan pasar meningkat pesat hanya tinggal memasang penambahan mesin di tempat yang telah disediakan tersebut,” ujarnya.

David semakin optimis langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat dan mewujudkan Sido Muncul menjadi perusahaan jamu dan herbal terkemuka ke depan.

Bahkan Sido Muncul kini menjadi pabrik jamu pertama yang memproduksi jenis Soft Capsule dengan memperoleh sertifikat ijin edar dari Badan POM. Soft Capsule merupakan inovasi produk terbaru Sido Muncul dengan mengembangkan produk cairan obat dalam yang sebelumnya berbentuk shaset menjadi soft capsule. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *