Home > EKONOMI & BISNIS > Hendi Fasilitasi UMKM Dapat Pelatihan Dan Pembuatan Desain Kemasan

Hendi Fasilitasi UMKM Dapat Pelatihan Dan Pembuatan Desain Kemasan

SEMARANG[Kampusnesia]  – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berupaya melakukan berbagai inovasi untuk untuk mendorong kebangkitan UMKM di wilayahnya dengan memberikan pelatihan dan memfasilitasi 200 UMKM untuk bisa memiliki desain kemasan.

Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 200 UMKM diberikan pelatihan dan difasilitasi untuk bisa memiliki desain kemasan yang lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Balaikota Semarang, Senin (25/10).

“Selain mendapatkan pelatihan, 200 UMKM tersebut juga diberi pendampingan dalam mendesaik kemasan produknya, serta memperoleh 1.000 kemasan sesuai desain yang telah ditentukan secara grátis,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Hendi mengatakan program tersebut akan terus dilakukan dengan melibatkan UMKM lainnya, karena merupakan salah satu program prioritas di Kota Semarang.

“Ini program dedicated, jadi kita ingin membantu UMKM supaya mempunyai nilai tambah dengan pelatihan design packing produk mereka,” tutur Hendi.

Menurutnya, munculnya gagasan program itu berawal dari pengalamannya saat menyambangi sejumlah pelaku UMKM di Kota Semarang. Dia menjumpai banyak UMKM belum memiliki kemasan produk yang representatif.

“Saya seringkali mendapati banyak yang belum profesional, padahal rasanya enak. Tapi karena tidak dikemas baik, harganya ya biasa-biasa saja. Padahal pengemasan yang menarik akan meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM karena akan menambah nilai jual dari produk. Orang akhirnya yakin dan percaya bahwa yang mereka beli itu produknya sehat, berkualitas, dan enak rasanya, dengan demikian penjualan pun akan meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut, Hendi juga memberikan motivasi melalui pengalaman pahit hidupnya semasa jadi pelaku UMKM, yakni kualitas penjualan barang yang menurun karena tidak melakukan pengawasan.

Pihaknya berpesan agar para pelaku UMKM tidak cepat puas dengan produk mereka setelah mendapatkan order maupun penjualan yang bagus, namun juga terus melakukan pengawasan.

“Kegagalan menjadi pengalaman buat saya, ditelateni dan ditekuni. Alhamdulillah dari sedikit-sedikit jualan amplas, alhamdulillah bisa jadi kontraktor, alhamdulilah jadi wali kota,” tutur Hendi.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Oktaviani menuturkan rasa senang dan berterima kasih karena telah memperoleh bantuan dari Pemkot Semarang.

“Saya berharap UMKM di Semarang semakin besar dan maju. Kami pelaku juga dibantu dalam mengembangkan usaha kami,” ujar Oktaviani. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 28 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *