Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Dosen THP USM Beri Pelatihan Pembuatan Nata Pada Siswa SMA Kesatrian 1 Semarang

Dosen THP USM Beri Pelatihan Pembuatan Nata Pada Siswa SMA Kesatrian 1 Semarang

SEMARANG[Kampusnesia] – Tim pengabdian kepada masyarakat Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan pembuatan nata kepada Siswa Kelas XII SMA Kesatrian 1 Semarang, Rabu (3/11).

Produk nata dipilih sebagai materi pelatihan karena makanan ringan ini dapat dibuat dengan teknologi pengolahan yang sederhana, sehingga mudah dilaksanakan bagi siswa.

Di samping itu diyakini pemasarannya akan cukup menggembirakan sehingga dapat dijadikan materi pembekalan bagi siswa untuk dapat berwirausaha.

Tim pengabdian yang terdiri dari Erwin Nofiyanto SPd MS., Ir Sudjatinah MSi, Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP.

Prof Budi mengatakan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan nata kepada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship.

“Peningkatan jiwa enterpreneurship untuk siswa semakin ditingkatkan untuk dapat membekali para siswa setelah mereka memasuki dunia kerja, pemahaman kewirausahaan harus dimiliki oleh siswa karena siswa sebagai salah satu penerus bangsa, sehingga dengan pendidikan yang dikuasainya mampu menciptakan lapangan kerja” ujar Prof Budi.

Kegiatan dilaksanakan di SMA Kesatrian 1 Semarang, dan Para siswa cukup antusias dalam kegiatan pelatihan dimana siswa-siswi belum pernah dan tidak tahu cara pembuatan nata sebelumnya, serta siswa hanya mengetahui nata dari air kepala (nata de coco).

“Nata berdasarkan substratnya ada nata de mango (mangga), nata de sonya (limbah tahu), nata de cacao (limbah kakao), nata de cassava (tapioka), nata de molase (limbah cair tebu),” tutur Ketua Tim Erwin Nofiyanto SPd MSi.

Prof Budi menambahkan bahan dasar atau substrat pembuatan nata yang penting ada kandungan gulanya yang dibutuhkan bakteri Acetobacter xylinum untuk mensintesa menjadi selulosa, dan dalam proses pembuatannya harus sangat hati-hati karena melalui proses fermentasi harus steril.

Setelah selesai pelatihan, parasiswa diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah pelaksanaan pengabdian pembuatan nata, hasil dari kuesioner siswa-siswi merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat dalam berwirausaha dan menginginkan pelatihan seperti ini akan tetap berlanjut untuk ke depannya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 78 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *